Minggu, 30 Juni 2013

MORFOLOGI BATANG


Morfologi Batang
1. Dilihat dari segi bentuk penampang melintangnya batang dibedakan menjadi: :
a. Bulat (teres), ch. Bambusa spCocos nucifera L.
b. Bersegi (angularis) dibedakan atas :
  • Bangun segi tiga (Triangularis). ch. rumput teki (Cyperus rotundus)
  • Segi empat (quadrangularis), ch Markisa (Passiflora quadrangularis).
c. Pipih dan biasanya lalu melebar menyerupai daun dan mengambil alih tugas daun. Dibedakan menjadi :
  • Filokladia (phyllocladium), jika amat pipih dan mempunyai pertumbuhan yang terbatas, ch. jakang (Muehlenbeckia platyklada).
  • Kladodia (kladodium), jika masih tumbuh terus dan mengadakan percabangan, ch. kaktus (Opuntia vulgaris Mill).
a. Filokladia b. Kladodia

a. Filokladia b. Kladodia

2. Permukaan batang dapat dibedakan menjadi :
  1. Licin (laevis) ch. Jagung (Zea mays L).
  2. Berusuk (costatus ), jika pada permukaanya terdapat rigi- rigi yang membujur. ch. Iler (Coleus scutellariodes)
  3. Beralur (sulkatus), biasanya batangnya bersegi tetapi pada sudut – sudutnya terdapat pelebaran yang tipis. ch. Ubi (Dioscorea alata).

Permukaan batang dapat dibedakan pula menjadi:
  1. Berambut (pilosus), ch. Nicotiana tabacum
  2. Berduri (spinosus), ch. Mawar (Rosa sp).
  3. Memperlihatkan bekas - bekas daun, ch Pepaya (Carica papaya).
  4. Memperlihatkan bekas- bekas daun penumpu, ch. Nangka (Arthocarpus integra).
  5. Memperlihatkan banyak lentisel, ch. Sengon (Albizzia stipulata).
  6. Keadaan- keadaan lain, ch. lepasnya kerak pada Psidium guajava
3. Berdasarkan arah tumbuh batang, maka batang dibedakan menjadi:
a. Tegak lurus (erectus), jika arahnya lurus keatas ch, Carica papaya.
b. Menggantung (dependens, pendulus), jenis- jenis tumbuhan epifit, ch.
anggrek (Orchidaceae).
c. Berbaring (humifisus), jika batang terletak pada permukaan tanah, ch.
semangka Citrullus vulgaris.
d. Menjalar atau merayap (repens), batang berbaring tetapi dari buku- bukunya keluar akar- akar, ch. ubi jalar (Ipomea batatas).
f. Serong keatas atau condong (ascendens), pangkal batang seperti hendak berbaring tetapi jalannya membelok keatas, ch. kacang tanah (Arachis hipogea).
g. Mengangguk (nutans); batang tumbuh tegak lurus keatas tetapi ujungnya lalu membengkok kebawah, ch. Helianthus annus.
h. Memanjat (scandens); batang tumbuh keatas dengan menggunakan penunjang.
i. Membelit (volubillis); batang naik keatas, tetapi tidak menggunakan alat- alat khusus dan dibedakan menjadi :
- membelit kekiri ch. Clitorian ternatea
- membelit kekanan, ch. Dioscorea hispida Dennst.

Gbr 5. a. Cabang Pembelit b. Daun Pembelit c. Tangkai Daun Pembelit

Gbr 5. a. Cabang Pembelit
b. Daun Pembelit
c. Tangkai Daun Pembelit

4. Percabangan Batang
Percabangan batang dibedakan atas :
1. Percabangan Monopodial yaitu batang selalu tampak jelas, karena lebih besar dan lebih panjang, ch. cemara (Casuarina equisetifolia L).
2. Simpodial batang pokok sukar ditentukan, ch. sawo manila (Achras zapota L).
3. Percabangan menggarpu atau dikotom, yaitu setiap kali bercabang terjadi dua cabang yang sama besarnya.Ch. paku endam (Gleichenia linearis Clarke).
Cabang besar yang biasanya langsung keluar dari batang pokokn disebut dahan (ramus) sedang cabang – cabang yang kecil dinamakan ranting (ramulus).
Percabangan batang

Percabangan batang

5. Cabang dapat dibedakan menjadi :
  1. Geragih (flagellum, stolo) yaitu cabang – cabang yang tumbuh merayap dan dari buku – bukunya keatas keluar tunas baru dan kebawah tumbuh akar- akar. Cabang ini dibedakan lagi menjadi :
-          merayap diatas tanah, ch. pada daun kaki kuda (Centella asiatica)
-          merayap didalam tanah, ch. teki (Cyperus rotundus).
  1. Wiwilan atau tunas air (Virga singularis)yaitu cabang yang biasanya tumbuh cepat dengan ruas – ruas yang panjang dan seringkali berasal dari kuncup yang tidur atau kuncup-kuncup liar, ch. kopi (Coffea sp).
  2. Sirung panjang (Virga) yaitu cabang – cabang yang biasanya merupakan pendukung daun-daun dan mempunyai ruas- ruas yang cukup panjang. Cabang ini mandul (steril).
  3. Sirung Pendek (virgula atau virgulla sucrescens),cabang- cabang kecil dengan ruas- ruas yang pendek yang selain pendukung daun juga pendukung bunga dan buah, cabang ini biasanya subur (fertil).
6. Arah tumbuh cabang dibedakan sebagai berikut:
a.       Tegak (fastigiatus) yaitu jika sudut antara batang dengan cabang amat kecil sehingga arah tumbuh cabang hanya pada pangkalnya saja, ch. Coffea sp.
b.      Condong keatas (patens) jika cabang dengan batang pokok membentuk sudut kurang lebih 450, ch. pohon cemara (Casuarina equasetifolia).
c.       Mendatar (horizontalis) cabang dgn batang membentuk sudut 900, ch.Ceiba petandra.
d.      Terkulai (declinatus), jika cabang pada pangkalnya mendatar tetapi lalu ujungnya melengkung kebawah, ch. Coffea robusta.
e.       Bergantung (pendulus)yaitu cabang – cabang yang tumbuhnya kebawah ch. cabang – cabang tertentu pada Salix sp.
7. Berdasarkan Panjang atau pendeknya umur dari suatu tumbuhan maka tumbuhan dibedakan menjadi:
a. Tumbuhan annual (anuus) yaitu tumbuhan yang umurnya pendek, umurnya kurang dari satu tahun sudah mati, ch. tumbuhan palawija.
b. Tumbuhan bienial (biennis) yaitu tumbuhan tumbuh sampai menghasilkan biji (keturunan baru) memerlukan waktu dua tahun, ch. biet (Beta vulgaris L).
c. Tumbuhan menahun atau tumbuhan keras yaitu tumbuhan dapat mencapai umur sampai puluhan atau ratusan tahun, ch. golongan semak, perdu atau pohon.
Penggolongan tanaman berdasarkan umur

Penggolongan tanaman berdasarkan umur
- See more at: http://moru1.blogspot.com/2013/03/morfologi-batang.html#sthash.tw3XDmXW.dpuf

MORFOLOGI DAUN


orfologi[sunting]

Bentuk daun sangat beragam, namun biasanya berupa helaian, bisa tipis atau tebal. Gambaran dua dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-bentuk daun. Bentuk dasar daun membulat, dengan variasi cuping menjari atau menjadi elips dan memanjang. Bentuk ekstremnya bisa meruncing panjang.
Daun juga bisa bermodifikasi menjadi duri (misalnya pada kaktus), dan berakibat daun kehilangan fungsinya sebagai organ fotosintetik. Daun tumbuhan sukulen atau xerofit juga dapat mengalami peralihan fungsi menjadi organ penyimpan air.

Daun segar (kiri) dan tua. Daun tua telah kehilangan klorofil sebagai bagian dari penuaan.
Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. Klorofil adalah senyawapigmen yang berperan dalam menyeleksi panjang gelombang cahaya yang energinya diambil dalam fotosintesis. Sebenarnya daun juga memiliki pigmen lain, misalnya karoten (berwarna jingga), xantofil (berwarna kuning), dan antosianin (berwarna merah, biru, atau ungu, tergantungderajat keasaman). Daun tua kehilangan klorofil sehingga warnanya berubah menjadi kuning atau merah (dapat dilihat dengan jelas pada daun yang gugur).

Fungsi[sunting]

  • Tempat terjadinya fotosintesis.
pada tumbuhan dikotil, terjadinya fotosintesis di jaringan parenkim palisade. sedangkan pada tumbuhan monokotil, fotosintesis terjadi pada jaringan spons.
  • Sebagai organ pernapasan.
Di daun terdapat stomata yang befungsi sebagai organ respirasi (lihat keterangan di bawah pada Anatomi Daun).
Misalnya pada tanaman cocor bebek (tunas daun).

Anatomi[sunting]


Diagram anatomi bagian dalam daun.

Epidermis[sunting]

Epidermis pada daun merupakan lapisan sel hidup terluar. Jaringan ini terbagi menjadi epidermis atas dan epidermis bawah, berfungsi melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya.

Jaringan mesofil[sunting]

Jaringan Tiang, jaringan ini mengandung banyak kloroplas yang berfungsi dalam proses pembuatan makanan. Salah satu ciri-ciri jaringan ini adalah Sel-sel berbentuk silinder, dan tersusun rapat

Jaringan bunga karang[sunting]

Disebut juga jaringan spons karena lebih berongga bila dibandingkan dengan jaringan palisade, berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.

Berkas pembuluh angkut[sunting]

Terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis, pada tumbuhan dikotil keduanya dipisahkan oleh kambium.
Pada akar, Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral menuju daun. Pada batang, xilem berfungsi sebagai sponsor penegak tumbuhan
Floem berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan

Stomata[sunting]

Stoma (jamak: stomata) berfungsi sebagai organ respirasi. Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis, mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis. Stoma ibarat hidung kita dimana stoma mengambil CO2 dari udara dan mengeluarkan O2, sedangkan hidung mengambil O2 dan mengeluarkan CO2. Stoma terletak di epidermis bawah. Selain stoma, tumbuhan tingkat tinggi juga bernapas melalui lentisel yang terletak pada batang.